Kamis, 16 Februari 2012

Bentuk Ruang Dapur

Dewasa ini, desain rung dapur sudah berkembang sedemikian rupa. Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya manusia, kreatifitas para desainer interior khususnya dapur pun semakin diuji. Membuat dapur yang nyaman, sehat, dan fungsional syarat mutlak dalam desain dapur. Namun meletakkan desain tersebut pada ruang-ruang dapur pada tiap-tiap rumah yang pasti berbeda adalah tantangan yang harus ditaklukkan oleh desainer sehingga akan terjadi banyak inovasi dalam setiap desain yang pada dasarnya hanya berawal dari beberapa desain dasar.
Desain dasar ruang dapur sampai saat ini bisa dibagi menjadi 6 desain dasar, yaitu:

1. Single Line (I-Line)
Dapur dengan model I (single line) adalah bentuk dapur yang paling sederhana, hanya berupa susunan kabinet  memanjang yang menampung seluruh fungsi dapur pada satu garis lurus. keuntungan model ini amat menghemat tempat. Dapur bisa digabungkan dengan ruangan lain seperti ruang makan atau ruang keluarga. Minimal mebutuhkan tempat sekitar 3-4 m panjang dinding. Namun yang perlu diperhatikan pada desain ini adalah penempatan kompor dan sink, karena salah peletakan bisa mengakibatkan tidak praktisnya kegiatan di dapur. disamping itu, salah peletakan kompor bisa mengakibatkan polusi udara di dalam rumah apabila dapur bergabung dengan ruangan lain. Keuntungannya tentu saja aroma makanan mudah menyebar sehingga membangkitkan selera penghuni rumah.
Dapur tipe ini sangat cocok untuk apartemen tipe studio.


2. Double Line (Galley Kitchen)
Terdiri dari 2 susunan kabinet memanjang. Cocok untuk dapur dengan bentuk memanjang dengan ukuran lebar minimal 2,5 m. keuntungan dapur dengan model ini bisa memisahkan dengan jelas area cleaning, cooking, dan storage sehingga fungsi dapur menjadi lebih maksimal. Juga tidak terdapat ruang mati pada sudut-sudut dapur. Seperti pada bentuk dapur U-shape dan L-shape.
dapur double line yang yang membentuk koridor cukup panjang biasa dinamakan Galley Kitchen. Nama galley kitchen berawal dari desain dapur pada kapal laut yang membutuhkan ruang khusus untk menyimpan dan mempersiapkan makanan bagi keseluruhan awak dan penumpang kapal. Galley kitchen awalnya hanyalah merupakan susunan kabinet penyimpanan yang membentuk koridor. Lambat laun susunan kabinet penyimpanan bahan makanan ini berubah fungsi menjadi semacam dapur pada kapal-kapal modern. maka dikenallah nama Galley Kitchen sebagai salah satu bentuk dapur modern. Kini Galley kitchen telah diterapkan pula pada pesawat terbang.


3. L-Shape (Letter L)
Dapur bentuk L (L-shape) adalah bentuk dapur yang paling awal dikenal. Rata-rata dapur pada masa lalu menggunakan basic desain model ini. Namun seiring berjalannya waktu, dapur model ini mulai ditinggalkan dan tergantikan oleh bentuk dapur double line dan dapur dengan Island. Kelemahan utama yang membuat desainer dapur modern jarang menyarankan bentuk seperti ini adalah terbentuknya ruang mati pada sudut L, yang mana seyogianya ruang tersebut bisa digunakan lebih untuk area penyimpanan. Namun masih banyak masyarakat yang terpesona oleh dapur dengan model L seperti ini, padahal disamping terbentuk ruang mati pada sudut L, juga terdapat beberapa kelemahan yang sangat tidak menguntungkan pengguna dapur seperti: beban yang terlalu berat bagi kabinet sudut sehingga mengakibatkan kabinet lebih cepat rusak. Dari segi biaya pembuatan, biaya pembuatan kabinet sudut hampir dua kali lipat biaya pembuatan kabinet biasa sehingga otomatis biaya pembuatan dapur akan lebih mahal.
Oleh karena itu sahabat arsitek, konsultasikanlah terlebih dahulu pada arsitek atau desainer interior kepercayaan anda sebelum anda memutuskan untuk membuat dapur dengan model L.

4. U-Shape (Letter U)
Sejenis dengan dapur model L, dapur model U juga memiliki kelemahan yang sama terkait kabinet sudut. Selain itu dapur model ini juga sudah ditinggalkan bagi masyarakat modern. Namun untuk beberapa kasus dapur berukuran yang besar, desainer dapur masih menggunakan model ini untuk menyiasati ruang dapur tersebut apabila ditambah dengan kebutuhan pemilik dapur akan area penyimpanan yang besar. Namun biasanya pada dapur berukuran besar akan ditambah meja Island untuk cleaning dan cooking atau untuk preparation dan cooking.

5. G-Shape (Letter G)
Bisa dikatakan memiliki dapur model ini sama saja dengan menutupi seluruh dinding dapur dengan kabinet. Apabila ruang dapur sahabat cukup besar, dan sahabat membutuhkan banyak tempat penyimpanan alat-alat makan yang jarang dipakai, silahkan menggunakan desain ini. Namun banyak desainer dapur modern saat ini tidak akan menyarankan sahabat menggunakan desain model ini. disamping banyak terjadi ruang mati pada kabinet-kabinet sudut, juga dapur anda akan terlihat penuh dan kurang memberi kenyamanan secara psikologis, sehingga tidak membuat betah di dapur.

6. Island
Dapur model Island memerlukan ruangan yang tidak kecil dan sebaiknya terbuka pada salah satu sisinya, karena menempatkan meja Island akan membutuhkan ruang yang cukup besar untuk memberi keleluasaan bergerak bagi pengguna. Penggunaan meja Island juga bisa bervariasi tergantung kebutuhan sahabat. Untuk sekedar breakfast, atau bisa sekaligus berfungsi sebagai bartable? tempat memasak sekaligus bercengkrama dengan suami dan anak? atau sekaligus untuk wastafel agar anak anda memiliki kebiasaan mencuci tangan sebelum makan. semua bisa diaplikasikan di meja Island tersebut. Desain meja Island dewasa ini pun sudah berkembang sedemikian rupa, ada yang didesain kotak, lengkung, bahkan pendek seperti meja jepang agar bisa diduduki sementara dibawahnya bisa digunakan sebagai kabinet penyimpanan. Atau meja Island bisa juga dibuat sebagai point of interest bagi dapur sahabat.
Kelemahan desain ini hanya pada ukuran ruang. tidak semua ruangan cocok mengaplikasikan desain ini.

Selamat merencanakan dapur idaman sahabat.. Jangan lupa untuk membaca artikel selanjutnya mengenai konsep segitiga dalam dapur sahabat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar